Kuliner Tradisional Indonesia yang Memiliki Nilai Filosofis

Filosofi Klepon, Lambang Kesederhanaan hingga Keuletan Halaman 1 - Kompasiana.com

Kuliner Tradisional Indonesia yang Memiliki Nilai Filosofis – Indonesia terkenal di mata dunia selain memiliki beragam suku dan kultur dengan 34 provinsi dan kerukunan antar umat beragama yang bisa berjalan dengan dinamis.

Itulah keindahan dan keunikan dari  kekayaan budaya yang kita miliki sebagai bagian dari bangsa Indonesia adalah kuliner tradisional. Beraneka ragam kuliner ini tidak hanya dibuat untuk memberikan kepuasan lidah dan perut.

Tetapi, di dalamnya, terkandung juga nilai-nilai filosofis yang mempunyai sarat dan makna. Semua tumbuh bersama adat dan budaya suatu masyarakat yang khas, makanan tradisional kerap juga berfungsi sebagai simbol.

Simbol inilah yang kemudian dipakai untuk menyampaikan pesan-pesan kehidupan. Untuk kita akan bahas apa saja makna dan filosofi yang terkandung dalam kuliner tradisiinal berikut;

1. Kue apem

5 Kuliner Tradisional Indonesia, Sederhana dan Sarat Makna

Hidangan atau makanan tradisional sangat mirip dengan serabi. Ini terbuat dari campuran tepung beras, telur, santan, gula, garam, dan tape.Kemudian sebelum dikukus atau dibakar, campuran ini akan didiamkan selama satu malam.

Pemberian namanya diyakini berasal dari bahasa Arab, yaitu afwan atau affuwun yang berarti maaf atau ampunan. Itulah yang membuat apem menjadi simbol permohonan ampun kepada Tuhan. Struktur apem yang bulat juga melambangkan tempat untuk berdoa.

Sudah sejak zaman dulu, kue apem di yakini menjadi makanan yang biasa dibagikan kepada tetangga dan sanak saudara. Sehingga, kue ini juga melambangkan kesederhanaan dan simbol untuk sedekah.

2. Klepon

5 Kuliner Tradisional Indonesia, Sederhana dan Sarat Makna

Panganan tradisional yang bertekstur lembut, manis, dan gurih ini begitu nikmat disantap. Berbahan dasar dari tepung beras yang dibentuk bola. Kemudian diberi isian gula merah dan luarnya ditaburi kelapa parut.

Sudah tentu banyak hal kebaikan yang bisa kita pelajari dari klepon. Materialnya sangat mudah di temukan dan membuatnya mudah didapat dan proses pembuatannya sederhana. Oleh sebab itu yang dapat membuat klepon menjadi simbol untuk kesederhanaan.

Mempunyai rasa yang manis dari gula aren yang tersembunyi menyimbolkan bahwa meski tidak terlihat dari luar, kebaikan hati itu penting dimiliki. Kemudian dari warna hijau klepon juga bermakna lambang kehidupan.

Rupanya yang bulat tidak sempurna, melambangkan hidup manusia yang memiliki sifat tidak sempurna dan tidak diketahui ujungnya. Dengan demikian, manusia harus tetap menjaga hatinya agar tetap hidup dengan kebaikan.

Butiran kelapa yang tertabur di bagian luar klepon juga tidak bisa didapat dengan satu proses. Kelapa harus dikupas dari kulit, serabut, hingga batoknya untuk mengambil daging kelapa yang bisa diparut. Itulah yang menunjukkan berbagai proses harus dilalui siapa pun untuk mendapatkan sesuatu.

3. Kolak5 Kuliner Tradisional Indonesia, Sederhana dan Sarat Makna

Sajian ini sangat ramai di minati ketika menjelang berbuka puasa di bulan Ramadhan. Sajian tradisional ini berkuah santan dengan campuran gula merah. Panganan ini memiliki makna yang dalam.

Nama kolak diyakini berasal dari kata khalaqa (menciptakan) atau khaliq (pencipta). Pemberian nama ini diambil dengan tujuan siapa pun yang memakan kolak akan teringat kepada Sang Pencipta.

Isi dari kolak kita sering melihat kolak dengan isian pisang dan pisang yang di gunakan adalah jenis pisang kepo dan juga memiliki arti yaitu kapok. Maknanya, kita harus kapok dan bertaubat atas dosa yang pernah kita lakukan.

Ubi ini memiliki makna bahwa kita harus mengubur segala kesalahan yang telah kita lakukan. Sehingga ketika berbuka dengan kolak, kita seolah diingatkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Kebiasaan berbagi kolak juga merupakan kebiasaan yang memiliki makna harus banyak melakukan kebaikan.

4. Nagasari

5 Kuliner Tradisional Indonesia, Sederhana dan Sarat Makna

Sajian yang merupakan kue tradisional yang terbuat dari campuran adonan tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula. Adonan ini kemudian diisi dengan irisan pisang. Setelah itu dibungkus daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus.

Nagasari memiliki tekstur yang lembut dan lengket dan makanan ini biasanya menjadi simbol untuk mempererat persaudaraan. Hidangan ini juga biasa disajikan ketika sedang mengadakan acara seserahan dalam pernikahan.

Kemudian hidangan dari nagasari juga memiliki arti harapan. Harapan agar pasangan yang kelak akan menikah dapat hidup rukun selamanya.

5. Jenang sumsum

5 Kuliner Tradisional Indonesia, Sederhana dan Sarat Makna

Bubur khas orang jawa yang biasa di gunakan untuk melengkapi upacara adat Jawa. Panganan ini terbuat dari tepung beras yang dimasak seperti bubur. Oleh sebab itu jenang ini diberi nama jenang sumsum.

Sebelum kita santap, bubur ini harus diberi siraman juruh atau air rebusan gula merah. Warna putih dari jenang sumsum melambangkan kebersihan hati.

Rasa manisnya ini melambangkan kesejahteraan. Tekstur jenang yang kental dan lengket melambangkan kesatuan hidup di antara sesama manusia. Karena bubur sumsum biasa disajikan saat upacara pernikahan, makanan ini juga kerap dijadikan sebagai obat pelepas lelah.

Setelah seharian lelah mengurus upacara pernikahan, energi kita akan kembali setelah mengonsumsi jenang sumsum ini. Pasti kalian sudah pernah merasakan dari jenis hidangan ini dan rasanya pasti enak.

Meskipun sudah pernah mengomsumsinya, tetapi tidak terlalu paham makna yang terkandung di dalamnya. Setelah membaca artikel ini semakin menambah wawasan tentang arti dari kuliner tradisional yang mempunyai history dan membuat  kita bisa lebih menghargai makanan.